Segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla, Pemilik kerajaan langit dan bumi yang Maha mengetahui segala yang tersembunyi. Shalawat serta salam tak lupa kita limpah curahkan kepada junjungan kita Nabi Akhir Zaman Muhammad ibnu Abdullah, yang dengan perjuangan beliau dan para sahabat beliau kita masih bisa merasakan cahaya Islam hingga saat ini. Salam semangat juga tak lupa kita sampaikan kepada para mujahid di manapun ia berada.
Sahabat yang saya cintai karena Allah, teriring do'a kepada Allah semoga kalian semua selalu dalam Lindungan-NYa dan kita semua termasuk manusia-manusia yang senantiasa mendapatkan petunjuk dari-Nya.
Mencoba untuk menuangkan sedikit kegundahan dalam hati dan fikir tentang sekelumit awan keprihatinan dan setetes embun ketakutan, entah disadari atau tidak perkembangan "situs jejaring" kian menambah tantangan tersendiri yang sangat berat bagi proses kebersihan hati (aqidah) bagi kita semua {kita??gue aja kalee}.
Sering terbaca status/ sesuatu yg tertulis di wall (dinding/tembok) facebook bukan hanya keluh kesah, kalimat semangat, informasi, tausyiah, dan lain sebagainya bahkan tak terkecuali sebait do'a. Dari sekian banyak yang tertulis ada satu hal yang membuat hati ini bertanya/merasa tidak nyaman yaitu tentang sebait do'a yg kita tulis di wall facebook.
Coba perhatikan keterangan berikut:
Panjang tembok ini aslinya sekitar 485 meter, dan sekarang sisanya hanyalah 60 meter.
Orang Yahudi percaya bahwa tembok ini tidak ikut hancur sebab di situlah berdiam "Shekhinah" (kehadiran ilahi). Jadi, berdoa di situ sama artinya dengan berdoa kepada Tuhan.
Tembok ini dulunya dikenal hanya sebagai Tembok Barat, tetapi kini disebut "Tembok Ratapan" karena di situ orang Yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan. Selain mengucapkan doa-doa mereka, orang Yahudi juga meletakkan doa mereka yang ditulis pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-celah dinding itu. (sumber: Wikipedia)
Lho....apa hubungannya???? penulis sendiri belum tau pasti ada kaitan apa antara wall facebook dengan tembok tersebut, tapi mungkin ini hanya kebodohan dan keingintahuan atau bahkan kecemasan saya yng terlalu berlebihan, tapi apapun itu saya hanya ingin berbagi agar kita sebagai umat Islam pada khususnya dapat lebih berhati-hati. Mari kita renungkan kembali ayat yang telah dicantumkan di atas. Semoga kita terlepas dari sifat kemusyikan sekecil apapun.
Sekali lagi sahabatku jangan jadikan wall facebook kita sebagai "tembok ratapan", boleh jadi kita telah terjerumus kepada propaganda mereka dan yang lebih parah lagi kita terjerumus pada lobang-lobang kemusyrikan. Wallahu'alam bish shawab
Semoga ini dapat menjadi bahan perenungan untuk kita semua khususnya diri saya pribadi. Menjaga kebersihan hati bukanlah hal mudah, kita harus terus saling mengingatkan. Banyaknya kekurangan dalam tulisan ini semata-mata karena kedangkalan ilmu dari penulis. Dan bila ada hikmah yang dapat diambil Itu mutlak Milik Allah Azza wa Jalla...
Wassalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh.
Salam Ukhuwah
Khairul ibnusodiq
