Assalamu'alaikum Wr. Wb.

"Sebarkanlah walau satu ayat pun" (Sabda Rasulullah SAW)

"Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (Q.S. Al-Ahzab:71)




Rabu, Februari 25, 2009

Sebongkah Harapan

Diawal hari yang indah
tergambar jelas sebuah impian
ingin ku miliki semua
tapi aku masih baru memulainya
seperti sepotong roti
berteman secangkir susu
seperti apa aku nanti
aku tak akan pernah tau......

Hanya detik ini yang ada di depanku, tak lagi terlihat detik berikutnya mengikutiku. Berhenti mematung memandang tawa dan senyum yang tergantung. Gelap menyelimuti jalan yang akan ku lalui. Hanya sebagai sapu yang rapuh dan telah berlumur lumpur. Tak mampu membersihkan dan hanya menambah kerusakan yang ada. Walau semua tak lagi menaruh sebongkah harapan padaku tapi aku masih mampu berdiri. Melihat hari yang telah kulalui tanpa keberanian, hari yang terlalu melelahkan, dimana sengat sang mentari begitu tajam dan pundak ini telah terluka. Mereka tertawa puas menyaksikan aku dalam kematian jiwa, tak berdaya dan teluka dalam lautan.

Saat janji telah terucap
dari dalam jiwa yang kerdil
pasti tak akan pernah ditepati
tapi aku mendapat janji
dari Yang Maha Tinggi......

Sakit sudah menjadi nyanyian dalam jiwa, duka hanya seperti tarian dan kini aku bahagia bertemu dengan-Nya dalam bait-bait kebangkitan. Tak pernah ku persiapkan pusara diatas bumi ini, karena bumi ini pun akan hancur. Satu pertanyaan dapat menjadi batu penghalang jika aku memiliki dua jawaban. Yakinkan aku dengan kebenaran yang sesungguhnya.....!!!! Agar Sebongkah Harapan itu tak mencair dan menghilang begitu saja.....!!!

Senin, Februari 16, 2009

"Mata Yang Indah"

.......... Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan...........
[Al Hujuraat (49) : 7]


Salam untuk semua sahabat yang merindukan kebenaran dan senantiasa berjuang untuk tegaknya kebenaran (Al Haq). Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk golongan manusia yang ikhlas dalam berjuang.

Menjadi pribadi muslim yang menyejukan membuat semua mata yang memandang menjadi indah merupakan suatu hal yang menjadi impian. Jum'at lalu saya menyaksikan sebuah hal yang membuat saya ingin segera mnulisnya tapi sayang baru hari ini saya menulisnya. Tdk seperti biasanya saya berkesempatan datang ke masjid lebih awal (tapi tetep cuma dapet shaf ke-2) ternyata.....hehehehe...

Waktu shalat sudah hampir dimulai, masjidpun sudah hampir penuh tapi Khatib yang ditunggu belom juga hadir (wah bisa2 saya yang gantiin nich...ga mungkin....xixixiixxi). Seperti biasa pengurus masjid sudah siap dengan penggantinya..jreng..jreng... tiba2 sang Ustadz datang dari barisan belakang dan setiap lewat stau shaf ia bersalaman dengan jamaah yang ia lewati mau tau apa yang saya lihat, saya melihat semua orang yang bersalaman dengannya tersenyum dan pandangannya begitu ramah (termasuk saya) walaupun mereka belum mengenal ustadz ini sebelumnya. Padahal saya nda sempat memperhatikan penampilan ustadz itu, tapi saya selalu mencoba melihat dari sisi lain.

Subhanallah saya dapat lagi satu pelajaran lagi siang ini.....!!!

Pelajaran apa coba....???
Bukan sudah biasa kalau kita bertemu sesama muslim bersalaman dan saling senyum...???

Sobat... ini beda, saya melihat ketulusan dari mata yang indah itu..... ternyata semua orang dapat memancarkan tatapan mata seperti itu tapi mengapa hanya sesekali saja dan apa yang menyebabkan hal itu terjadi.....????

Sambil terus mencari jawabannya tentu tanpa mengabaikan isi Khutbah yang disampaikan karena mungkin saya menemukan jawabannya dalam khutbah jum'at ini. Mungkin ada sobat yang bisa membantu saya menemukan jawabannya....??//

Saya baru menemukan jawabannya setelah sampai di ruangan, duduk dan membaca beberapa artikel, lalu sedikit buka2 Al-quran dan saya menemukan ayat yang saya lampirkan diatas tulisan ini..... hehehe....saya hanya mencoba mengaitkannya semoga saya tidak salah menarik pelajarannya. Ternyata Allah menciptakan kita dengan sebuah Fitrah bahwa dalam hati ini ada kecintaan terhadap keimanan. Mungkin karena Ustadz ini merupakan pribadi yang beriman tanpa disadari hati kita tertarik untuk mencintai keimanannya. Walau kita belum mengenal lama orang tersebut dengan itu kita memandangnya sebagai pribadi yang baik. Lalu saya mencoba mengaitkannya dengan kata Husnuzhan (berbaik sangka) saya berfikir jika kita memandang sesorang dari sisi kebaikannya dan mengabaikan keburukannya(kekurangannya) kita pasti bisa meancarkan tatapan mata yang indah. Dan jika kita ingin menyaksikan mata setiap orang yang menatap kita terlihat indah maka kita harus menjadi pribadi yang baik (beriman) dengan demikian kita dapat menjadi "penyejuk mata" bagi orang lain....ihhhwow...

Jadi sobat jika kita ingin memiliki mata yang indah....!!
"Gunakanlah mata kita untuk melihat kebaikan orang lain" (juga gunakan mata untuk melihat yang baik2.....OK)
Wallahu'alam......
@@@

.......... "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat) nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi."[Huud(11) : 47]


Selasa, Februari 10, 2009

Bersahabat dengan Tanda Tanya....???

وما أرسلنا قبلك إلا رجالا نوحي إليهم فاسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون

Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.
[Al Anbiyaa' (21) : 7]


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Segala puji hanya milik Allah Yang Maha Mengetahui, yang Maha Memberi Pengetahuan dan yang Telah Membuat Adam mengetahui setiap benda yang belum diketahui oleh para malaikat. Semoga kita termasuk manusia-manusia pilihan yang diberi pengetahuan.
Shalawat dan salam tak lupa pula kita sampaikan kepada manusia pilihan yang telah mengorbankan seluruh hidupnya untuk terus membimbing kita menunuju cahaya Ilmu Pengetahuan, salam cinta dan terima kasih kepada Muhammad ibnu Abdullah, semoga kelak kita mendapat syafaatnya dan dapat bersama dengan Beliau di surga yang telah dijanjikan.

Sahabat yang senantiasa mengharap ridha-Nya, sahabat yang aku cintai karena Allah, semoga kita semua masih dapat merasakan manisnya iman hingga kematian datang bertamu, dan semoga kematian bertamu disaat kita sedang memberikan pengabdian terbaik kita bagi Allah.

Ketika kita merasa puas dengan apa yang telah kita ketahui, sadarlah sesungguhnya kita telah berada di tepi liang kubur kemajuan. Kita akan terhenti dari sebuah proses terpenting dalam kehidupan. Lalu mengapa kita malu untuk bertanya dan terus belajar, ambilah selalu kesempat untuk bertanya, marilah kita bersahabat dengan tanda tanya. Jangan pernah merasa kita adalah orang yang paling bodoh karena kita tidak tahu. Karena setiap kita sedang berada dalam madrasah kehidupan.

Saya pernah mendapat satu pertanyaan atau bisa disebut sebagai masukan buat saya. "Mengapa Tulisan saya selalu tanggung dan kadang membuat bingung..?"
satu hal yang menarik dari pertanyaan itu adalah ketika saya selesai menulis dan membaca ulang tulisan saya ternyata memang terkadang saya lebih banyak bertanya kepada pembaca. dari sini saya sadar bahwa saya memang sedang belajar dan masih butuh jawaban dari sahabat yang membaca tulisan saya.

Dimana kita mendapat jawaban yang tepat untuk setiap pertanyaan...???
Kapan jawaban dari setiap pertanyaan akan datang....???

Ada banyak hal yang belum kita ketahui tetang kehidupan ini, masih banyak rahasia yang tersembunyi dari setiap langkah perjalanan kita. Lalu apakah kita sudah puas dengan jawaban dari 'guru' yang membimbing kita. Pernahkah kita mencoba mencari jawaban dari setiap pertanyaan kita kepada lebih dari satu 'guru'. Pernahkah kita berfikir untuk berguru pada seekor ulat...??
@@@

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,
[Al Baqarah (2) : 26 ]

Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara (mu).
[Al An'aam (6) : 104]

Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
[Al Jumu'ah (62) : 2]

Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
[Thahaa (20) : 114]

@@@

Cari Sendiri

Lihat Hasil Pencarian Anda