Sebutir air yang turun dan jatuh ke bumi pasti Allah Mengetahui.
Walau rasa itu seperti semut hitam yang ada diatas batu hitam pada malam hari di tengah hutan Allah Maha Mengetahui.....!!!
Walau rasa itu seperti semut hitam yang ada diatas batu hitam pada malam hari di tengah hutan Allah Maha Mengetahui.....!!!
Siang ini perjalan hidupku cukup melelahkan baik fisik maupun fikiranku, ingin menagis tapi belum waktunya. Aku masih memiliki sejuta salam dan senyum untuk ditebarkan di atas bumi ini. Seperti biasa setiap perjalanan aku akan mencari hikmah tapi siang ini aku benar-benar tak sanggup mencarinya biarlah ia datang sendiri menyapaku. Sebongkah es di gelas telah melebur menjadi satu dengan teh manis dan menjadi es teh manis. Tiba-tiba segores senyum terlintas di depanku, sambil bernyanyi anak kecil itu mencoba menjual suaranya yang tidak merdu kepada para pengunjung rumah makan. Suasana hening yang dari tadi menghujam di kepalaku tiba-tiba berubah seperti bongkahan es yang tadi mencair. Sampai juga anak itu di meja tempatku melempar hening. Disudut lain kulihat seorang anak berjalan maninggalkan rumah makan ini menuju mobil yang dari tadi menunggunya. Usia dua anak ini sepertinya tak terlalu jauh tapi penampilan mereka sangat berbeda. Hampir saja aku melupakan anak yang menjual suaranya di depan ku. Kali ini aku benar benar tak dapat berkata-kata aku hanya mengeluarkan apa yang ada di kantong dan memberikan kapadanya. Entah kenapa aku hari ini biasanya aku paling enggan melakukan itu. ...... (mengapa siang ini begitu aneh)
###
Bersama tebaringnya mentari di garis barat, tubuh terkulai lemas menghamba pada-Nya.
Diantara bayang hitam nan kelam dan penyesalan mendalam terbersit cemas yang ganas.
Bilakah setiap langkah yang telah tercipta menjadi sebaik-baik pengabdian kepada-Nya.
Ataukah semua itu hanya kesia-siaan seprti debu diatas batu yang licin dan tertimpa hujan.
Diantara bayang hitam nan kelam dan penyesalan mendalam terbersit cemas yang ganas.
Bilakah setiap langkah yang telah tercipta menjadi sebaik-baik pengabdian kepada-Nya.
Ataukah semua itu hanya kesia-siaan seprti debu diatas batu yang licin dan tertimpa hujan.
###
Langkah kaki ini tak pernah menentu arah sejak bait purnama mencekam jiwa hingga aku tak pernah ingin berbagi tangis dengan siapapun. "Biar ku tunggu Gerhana" agar tangis ini tertutupi dalam gelapnya malam waktu gerhana. Malam ini perjalanan pulangku terhambat rasa bersalah akhirnya aku memutuskan untuk berhenti sejenak di salah satu "Rumah Allah" di atas kota jakarta yang padat ini. Mungkin akan banyak pelajaran yang ku dapat malam ini, tapi memang dasar jiwa ini sedang kerdil untuk mencari hikmah yang berserakan tetap saja aku tak mendapatkan apa-apa. Bunda yang mulai renta tak ingin lagi nanda menjadi beban, meski bunda tak pernah merasa terbebani. Tangis ini tak sanggup nanda bagi, biarlah nanda menghadapinya sendiri. Larutnya malam tak terlihat jakarta tetap saja ramai, malam ini aku tak melihat gerhana itu berarti belum saatnya aku menangis.
###
Tak pernah hamba merasa selemah ini tapi hamba tetap yakin Engkau Maha Kuasa, walau seribu gunung menghujam pundak hamba Engkau Maha Mengetahui kekuatan hamba.
Tak pernah hamba merasa selemah ini tapi hamba tetap yakin Engkau Maha Kuasa, walau seribu gunung menghujam pundak hamba Engkau Maha Mengetahui kekuatan hamba.

Akhirnya, Akh Syaamil punya blog juga. Selamat bernostalgia ria dgn puisi cinta-Nya. Selamat menulis!!!
BalasHapusTetap semangat dhe'...!!
BalasHapusBiarkan hikmah mengalir dikehidupanmu 'n tetap tebarkan senyum & salam slalu...