Assalamu'alaikum Wr. Wb.

"Sebarkanlah walau satu ayat pun" (Sabda Rasulullah SAW)

"Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (Q.S. Al-Ahzab:71)




Senin, November 24, 2008

Mencari setitik Cahaya

Di ruangan 3 x 4 m ini aku merenung tentang hari yang telah dilalui, bersama gelapnya malam yang indah ini ku coba mencari setitik cahaya yang akan menuntun menuju ujung jalan keselamatan. Aku mengingat lagi nasehat-nasehat yang masih terekam jelas di otak ini, kuletakan kepala ini pada posisi yang paling rendah agar semua yang terekam dapat diputar ulang. Tak dapat ku hindari air penyesalan telah membasahi curug cinta. Hanya bisa terdiam dan berkata dalam hati terdalam :'aku sedang diuji' . Tak ada yang dapat menolong diri ini kecuali Engkau....!!!

"Ya Allah, kurniakanlah kepada ku Cinta terhadap Mu dan Cinta kepada mereka yang Mencintai Mu, dan apa saja yang membawa aku kepada CintaMu, dan jadikanlah CintaMu itu lebih berharga kepadaku dari air sejuk kepada orang yang dahaga."

Masih dapatkah aku istiqomah dijalan ini....? kuatkah aku melalui badai ini....? ketakutan terus menghantuiku, kecemasan membawaku dalam ketidakpastian, nasehat itu terngiang di telingaku "kita akan selalu diuji dengan apa yang telah kita katakan dan itu bukan ujian yang mudah"

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.(Ash Shaff :2-3)

Memahami ini semua bukan sebuah hal yang mudah, pengalaman dan pelajaran yang telah lalu merupakan guru yang terbaik dan sangat berjasa. Aku harus tetap melangkah dan membuat suatu keputusan, aku tak mau lagi bermain di tepi jurang kemunafikan, tak mau lagi menggenggam bara api yang panas itu, dan aku harus menghadapi semuanya dengan bijaksana.
Do'akan aku sahabat semoga semua ini cepat berlalu dan aku segera menemukan jawaban dari setiap soal yang ku punya. Dan semoga kita semua di beri kekuatan iman agar dapat selalu istiqomah dijalan kebenaran. Wallahu'alam bish shawab

Jumat, November 07, 2008

Mencoba Menerima......

Allah swt. telah berfirman:”Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran, dan perintah Kami hanyalah satu perkatan seperti kejapan mata.” (al-Qamar: 49 – 50)

Nabi saw. telah bersabda, ”Dan Engkau ketahui bahwa sesuatu yang menimpamu tidaklah menjadikanmu merasa salah, dan sesuatu yang tidak menimpamu tentu tidaklah akan menimpamu.”HR. Abu Daud (hadits no. 4691),

Di dalam sahih Muslim, Rasulullah saw. juga bersabda, َ"Bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu janganlah kamu mengatakan:“ Seandainya (tempo hari) aku melakukan ini, niscaya begini-begini, akan tetapi katakanlah:“ Allah telah mentakdirkan dan apa yang Allah kehendaki maka itu terjadi. Sesungguhnya kata “seandainya” itu akan membuka pintu perbuatan syetan.” Ibnu Maajah (no.82).

Menerima terkadang menjadi satu hal yang menyenangkan jika memang apa yang qt terima merupakan hal/sesuatu yang telah lama qt harapkan. Tapi apakah setiap hal yang qt inginkan telah qt dapatkan, lalu apakah semua hal yang qt terima merupakan keinginan qt semua....????
Inilah hidup qt tak pernah tau apa yang akan terjadi dengan diri qt sedetik lagi atau seperseribu detik dari sekarang..... Berjalan sesuai takdir dan berusaha sebaik mungkin, tidak lantas qt berdiam diri tak berbuat sesuatu dengan alasan kan semuanya sudah ditentukan. Ini adalah pikiran yang keliru, qt tetap diperintahkan bersungguh-sungguh dalam segala sesuatu yang bermanfaat bagi qt, tapi qt tidak boleh melupakn do'a sebagai suatu senjata yang sangan ampuh bagi setiap Mu'min.... Qt memang lemah tapi dengan do'a jangan pernah merasa lemah karena Allah Maha Kuasa dan Maha Berkehendak, mendekatlah padaNya. Tugas qt hanya berusaha dan bertawaqal kepadaNya.
Jangan pernah meragukan apa yang telah qt usahakan sekecil apapun itu jika diniat untuk beribadah kepadaNya pasti mendapat ganjaran. Seberat apapun rintangan yang qt hadapi jika terus bersamaNya pasti akan menjadi ringan. Allah sebaik-baik tempat mengadu dan meminta. Tidak ada yang sulit disisi Allah jika Dia menghendaki kemudahan. Yakinlah dan terus berusaha, jangan pernah berputus asa terhadap apa yang telah qt usahakan jika belum berhasil. Karena perkataan-perkataan putus asa membuka jalan masuknya syaitan lanatullah. Bersabarlah dan terus berjuang, semoga Allah menjadikan Ujian (hambatan,kesusahan, kegagalan) menjadi penghapus dosa-dosa kecil yang telah qt lakukan......Wallahu a'alam bish-shawab.

Tiga Karakteristik Manusia

Dalam kehidupan ini manusia dapat diklasifikasi dalam tiga kategori, iaitu:

1. Manusia yang Berperilaku dengan Akhlak Islamiah

Ia adalah orang yang rajin beribadah dan rajin ke masjid. Orang yang seperti ini harus dinomborsatukan, kerana mereka lebih dekat dengan dakwah kita, sehingga tidak membutuhkan tenaga yang banyak dan untuk mengajak mereka pun tidak banyak kesulitan, insya Allah.

2. Manusia yang Berperilaku dengan Akhlak Asasiyah

Ia adalah orang yang tidak taat beragama, tetapi tidak mahu terang-terangan dalam berbuat maksiat kerana ia masih menghormati harga dirinya. Orang-orang semacam ini menempati urutan kedua.

3. Manusia yang Berperilaku dengan Akhlak Jahiliah

Ia adalah orang yang bukan dari golongan pertama atau kedua. Dialah orang yang tidak peduli terhadap orang lain, sedang orang lain mencibirnya kerana perbuatan dan perangainya yang jelek. Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya sejelek-jelek tempat manusia di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan (dijauhi) masyarakatnya kerana takut dengan kejelekannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Golongan inilah yang disebut dalam sabda Rasulullah saw. sebagai: "Sejelek-jelek teman bergaul". (HR. Muslim)

Orang-orang semacam ini menempati urutan terakhir dalam prioritas dakwah fardiyah. Ada seseorang berdin di bawah pohon epal yang sedang berbuah lebat. Jika ia ingin memetik, ia terlebih dulu memetik buah yang dapat dijangkau dengan tangannya. Jika sudah habis, dan tinggal yang paling atas, maka jika dapat dijangkau buah itu akan dipetik dan kalau tidak, buah tersebut tidak akan terpetik. Bukan bererti seorang da'i harus tetap berpegang dan terikat dengan urutan ini, kerana kadangkala keadaan bisa mengubah pandangannya dalam hal ini —dengan izin Allah— seperti yang terjadi pada Umar bin Khathab ra., Khalid bin Wahd ra., Amr bin Ash ra., dan yang lain.

Ada seseorang yang pergi ke pantai untuk memancing ikan dengan membawa peralatan pancing. Menurut pengalamannya, dengan peralatan yang ia bawa itu hanya akan mendapatkan ikan-ikan kecil. Tetapi pada saat itu ia terkejut kerana mendapatkan ikan yang besar. Ada beberapa pemuda dari daerah Bulaq, Kairo, yang berkeliling mencari tanah yang kosong untuk digunakan sebagai tempat peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., yang akan dihadiri oleh Imam Hasan Al-Banna sebagai pembicara. Di sebelah warung makan, mereka menjumpai tanah lapang, lalu mereka bertanya kepada pemilik warung makan tersebut. Pemilik warung itu adalah Ustadz Ibrahim Karrum, seorang tokoh dari daerah Bulaq yang disegani oleh pemerintah yang berkuasa pada waktu itu dan disegani pula oleh kawan sendiri. Setelah mengetahui maksud dan tujuan pemuda-pemuda itu, beliau menyambutnya dengan sambutan yang luar biasa dan menyatakan kesediaannya. Setelah mereka kembali, mereka menceritakan kejadian yang baru saja mereka alami kepada Ustadz Hasan Al-Banna.

Ketika Ustadz Al-Banna berangkat untuk berceramah dalam acara tersebut, terlebih dahulu beliau mengunjungi Ustadz Ibrahim Karrum dan mengucapkan terima kasih atas kebaikannya. Begitu pula tatkala beliau mulai berceramah, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Ustadz Ibrahim Karrum untuk kedua kalinya.

Sejak saat itu, Ustadz Ibrahim aktif dalam Jamaah Ikhwanul Muslimin. Pada bulan Maret 1954 M. beliau memimpin demonstrasi akbar terhadap Jamal Abdun Naser. Mereka menuntut agar Presiden Muhammad Najib dipulangkan ke Mesir dan anggota Ikhwanul Muslimin yang dipenjara dibebaskan. Beliau juga pernah dipenjara bersama anggota Ikhwanul Muslimin yang lain. Semoga Allah swt. Memberikan rahmat kepadanya.

Tatkala seorang da'i melihat beberapa pemuda — yang wajah mereka menyiratkan ketaatan— maka ia berkeinginan untuk berkenalan dan mengajak mereka ke jalan dakwah. Yang perlu diperhatikan adalah dalam mendekati mereka dibutuhkan langkah yang cermat, kerana biasanya pemuda-pemuda ini mempunyai seseorang yang, mereka segani dan hormati. Jika seorang da'i dapat mendekati orang tersebut, sangat dimungkinkan pemuda-pemuda itu mengikuti dakwah kita. Namun jika pendekatan ini tidak berhasil, sebagai da'i, ia tidak boleh putus asa. Ia harus mendekati salah satu pemuda —di antara pemuda-pemuda tadi— yang pemahamannya terhadap dakwah islamiah lebih mantap, bergaul dengannya — dan juga yang lain— dengan sabar dan penuh kasih sayang tanpa menyinggung permasalahan yang dapat menyebabkan hubungan itu terganggu. Jika —dengan izin Allah— pemuda itu mahu menerima ajakan kita, ini akan sangat membantu usaha kita untuk mengajak teman-temannya yang lain.

Pendekatan itu harus dilakukan dengan lemah lembut. Kita harus menyadari bahawa kita tidak diwajibkan untuk memastikan mereka semua menerima ajakan kita, namun jika mereka semua menerima ajakan kita, itu adalah rahmat dari Allah. Hanya Dialah yang berhak memberikan hidayah. Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberikan petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada yang dikehendaki-Nya dan Allah lebih mengetahui orang-orangyang mahu menerima petunjuk." (Al-Qashash: 56)

Ayat ini menjelaskan bahawa walaupun kita memberikan segenap hati kita untuk mengajak mad'u kita, tetapi hanya Allah-lah yang berhak membolak-balikkan hati orang tersebut. Seorang tukang roti berdin di depan forn (tempat pembakaran roti), sambil memasukkan potongan-potongan roti ke dalamnya. Setelah menunggu beberapa saat, ia mengeluarkan roti yang sudah matang dan membolak-balikkan yang belum matang. Setiap kali ada roti yang sudah matang, ia akan mengeluarkannya. Bisa dipastikan bahawa ada beberapa potong roti yang jatuh ke dalam api dan terbakar. Inilah keadaan da'i tatkala berdakwah di masyarakat; ia memberi sekaligus menerima (give and take). Suatu saat ia mendekat dan pada saat yang lain ia menjauh.

Ia akan memberi kepada setiap orang sebagaimana seorang doktor yang memberikan ubat dengan berlaku sabar. Setelah selang beberapa waktu, di antara mereka sudah ada yang tersinari oleh cahaya iman (inilah roti yang telah matang), ada yang menyambut ajakan tersebut kerana perasaan takut, ada yang menyambut ajakan tersebut kerana malu, ada yang bersikap angin-anginan, ada pula yang menjauh, dan bahkan ada yang berlaku tidak baik terhadap sang da'i. Untuk menghadapi mereka itu, kita tidak boleh putus asa, tetapi harus terus berusaha sehingga yang ditunggu-tunggu dapat dipetik, disertai doa agar Allah membukakan hati mereka.

Adapun da'i yang menghabiskan waktunya hanya untuk satu orang dengan harapan agar orang tersebut mahu menerima ajakannya adalah tidak benar. Orang tersebut akan merasa bahawa dirinya diajak dengan cara yang sangat berlebihan, sehingga ia akan berprasangka buruk, dan bisa jadi ia akan lari dari ajakan itu, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah swt. Kaedah yang harus kita perhatikan adalah: "Ambillah yang mudah dan tinggalkan yang sulit, jika ada yang mudah".

Dikutip dari : At Thariq Ilal Quluub (Perjalanan ke Hati) Karya Syaikh Abbas Hasan As-Siisi

Cari Sendiri

Lihat Hasil Pencarian Anda