
Dari Abu ‘Amr atau Abu ‘Amrah Sufyan bin Abdillah rodhiallohu ‘anhu, aku berkata: wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ajarkanlah kepadaku dalam (agama) islam ini ucapan (yang mencakup semua perkara islam sehingga) aku tidak (perlu lagi) bertanya tentang hal itu kepada orang lain selain engkau, (maka) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ucapkanlah: “aku beriman kepada Allah”, kemudian beristiqomahlah dalam ucapan itu” (HR. Muslim, no. hadits: 38)
Sahabat yang sama-sama mencari keridhaan Allah.....
Ada dua hal yang saling berhubungan dalam hadits tersebut 'ucapan dan istiqomah'. Disini letak yang sampai saat ini saya masih mengalami kesulitan untuk mengamalkannya, betapa mudah kita berkata dan betapa berat untuk menjalankan apa yang kita ucapkan. Betapa banyak manusia yang mengaku beriman tapi begitu susah dicari manusia yang istiqomah didalam keimanannya. Disaat seorang mukmin melakukan kemungkaran/kemaksiatan disaat itu dirinya tidak beriman. Walaupun hanya satu kedipan mata kemaksiatan itu mampir dalam diri kita maka saat itu pula 'iman' meninggalkan kita. Lalu apakah kita pernah berfikir untuk memperbaharui keimanan kita. Bagaimana caranya.....??? Atau apakah keimanan itu akan balik dengan sendirinya setalah kemaksiatan telah selesai dikerjakan.....???
Sahabat yang senantiasa mengharap ridha Allah.....
Jika 'Iman' kita pasangakan dengan 'Ukhuwwah' dia akan membantu kita untuk 'Istiqomah' mengapa demikian.....??? Coba kita renungkan sejenak beberapa Hadits dan ayat Al-Qur'an di bawah ini :
"Sesungguhnya srigala hanya akan memangsa kambing yang memisahkan diri dari kelompoknya" (diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Nasa'i)
"Seorang mu'min bagi mu'min lainnya bagai bangunan yang saling menguatkan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya" (HR. Bukhari & Muslim)
Anas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, "Tidak beriman salah seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri." (HR.Bukhari)
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar,....(At-Taubah :71)
"Seorang mu'min bagi mu'min lainnya bagai bangunan yang saling menguatkan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya" (HR. Bukhari & Muslim)
Anas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, "Tidak beriman salah seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri." (HR.Bukhari)
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar,....(At-Taubah :71)
'Ukhuwwah' akan mampu menyelamatkan kita dari cengkraman Iblis laknattullah. Dengan adanya shabat/saudara tentunya yang dapat mengingatkan kita untuk senantiasa mengerjakan yang ma'ruf dan mnghindari yang mungkar, dengan demikian Insya Allah keimanan kita akan tetap berada pada tempatanya. Bukankah demikian, Wallahu a’alam bish-shawab.
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (Az-Zukhruf :67)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar