Assalamu'alaikum Wr. Wb.

"Sebarkanlah walau satu ayat pun" (Sabda Rasulullah SAW)

"Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (Q.S. Al-Ahzab:71)




Jumat, Desember 05, 2008

Menangis saat Gerhana

Sebutir air yang turun dan jatuh ke bumi pasti Allah Mengetahui.
Walau rasa itu seperti semut hitam yang ada diatas batu hitam pada malam hari di tengah hutan Allah Maha Mengetahui.....!!!

Siang ini perjalan hidupku cukup melelahkan baik fisik maupun fikiranku, ingin menagis tapi belum waktunya. Aku masih memiliki sejuta salam dan senyum untuk ditebarkan di atas bumi ini. Seperti biasa setiap perjalanan aku akan mencari hikmah tapi siang ini aku benar-benar tak sanggup mencarinya biarlah ia datang sendiri menyapaku. Sebongkah es di gelas telah melebur menjadi satu dengan teh manis dan menjadi es teh manis. Tiba-tiba segores senyum terlintas di depanku, sambil bernyanyi anak kecil itu mencoba menjual suaranya yang tidak merdu kepada para pengunjung rumah makan. Suasana hening yang dari tadi menghujam di kepalaku tiba-tiba berubah seperti bongkahan es yang tadi mencair. Sampai juga anak itu di meja tempatku melempar hening. Disudut lain kulihat seorang anak berjalan maninggalkan rumah makan ini menuju mobil yang dari tadi menunggunya. Usia dua anak ini sepertinya tak terlalu jauh tapi penampilan mereka sangat berbeda. Hampir saja aku melupakan anak yang menjual suaranya di depan ku. Kali ini aku benar benar tak dapat berkata-kata aku hanya mengeluarkan apa yang ada di kantong dan memberikan kapadanya. Entah kenapa aku hari ini biasanya aku paling enggan melakukan itu. ...... (mengapa siang ini begitu aneh)
###
Bersama tebaringnya mentari di garis barat, tubuh terkulai lemas menghamba pada-Nya.
Diantara bayang hitam nan kelam dan penyesalan mendalam terbersit cemas yang ganas.
Bilakah setiap langkah yang telah tercipta menjadi sebaik-baik pengabdian kepada-Nya.
Ataukah semua itu hanya kesia-siaan seprti debu diatas batu yang licin dan tertimpa hujan.
###
Langkah kaki ini tak pernah menentu arah sejak bait purnama mencekam jiwa hingga aku tak pernah ingin berbagi tangis dengan siapapun. "Biar ku tunggu Gerhana" agar tangis ini tertutupi dalam gelapnya malam waktu gerhana. Malam ini perjalanan pulangku terhambat rasa bersalah akhirnya aku memutuskan untuk berhenti sejenak di salah satu "Rumah Allah" di atas kota jakarta yang padat ini. Mungkin akan banyak pelajaran yang ku dapat malam ini, tapi memang dasar jiwa ini sedang kerdil untuk mencari hikmah yang berserakan tetap saja aku tak mendapatkan apa-apa. Bunda yang mulai renta tak ingin lagi nanda menjadi beban, meski bunda tak pernah merasa terbebani. Tangis ini tak sanggup nanda bagi, biarlah nanda menghadapinya sendiri. Larutnya malam tak terlihat jakarta tetap saja ramai, malam ini aku tak melihat gerhana itu berarti belum saatnya aku menangis.
###

Tak pernah hamba merasa selemah ini tapi hamba tetap yakin Engkau Maha Kuasa, walau seribu gunung menghujam pundak hamba Engkau Maha Mengetahui kekuatan hamba.



Senin, Desember 01, 2008

Tak ada kata menyerah

Sebesar apapun kekuatan yang kita miliki tetap saja kita tak dapat hidup tanpa-Nya
Sehebat apapun teknologi telah dikuasai tetap kita tak mengetahui rahasia-Nya

Sabtu lalu saya berjalan-jalan di sebuah pemukiman yang saya sendiri tidak pernah lalui sebelumnya. Tepatnya saya ingin merasakan menjadi orang asing, tanpa rasa ragu saya berjalan menyusuri lorong demi lorong. Hingga saya perhatikan setiap orang memandang dengan penuh tanya (atau hanya perasaan saya aja). Tapi entah mengapa saya merasakan keasyikan tersendiri hingga tiba-tiba saya berIstighfar(takut jangan-jangan saya dah mulai stres....hehehehe). Ouh malang nian jika usia semuda saya sudah mengalami gangguan jiwa. Sudah hampir 1km saya berjalan, rasa haus akhirnya menghentikan langkah saya di sebuah warung kecil. Untuk membunuh haus dan lelah sayapun memesan segelas es, disaat haus itu mulai kabur terjadilah perbincangan yang menarik antara saya dan pemilik warung itu. Pak Harun (yah..) nama seorang lelaki setengah baya (atau apalah namanya karena dia tak terlalu tua dan juga sudah tidak muda lagi). Ternyata dia seorang bapak yang harus merawat ke-enam anaknya sendiri karena sang istri pergi ke negri tetangga untuk berjuang demi kehidupan yang lebih baik.

Yang menarik bukan isi perbincangannya (klo itu sih dah biasa, paling cerita tentang keluarga.dll), tapi justru dari cara beliau bercerita yang selalu diselingi senyum tulus itu. Padahal dari semua ceritanya membuat saya menggigit lidah menahan tangis. Saya salut karena semua anaknya bersekolah walau dengan fasilitas seadanya, kecuali dua orang anaknya yang memang belum masuk usia sekolah. "meraka harus tetap bersekolah, saya gak mau nasib mereka seper saya" ujar pak Harun (kali ini di akhiri dengan tawa sambil berujar lagi "ini memang alasan klasik"). Pak Harun adalah salah satu nelayan yang harus berhenti melaut karena memang keadaan yang memaksanya. Tapi ia tak pernah menyerah dan kini ia membuka warung kecil disamping rumah mungilnya, isinya pun seadanya. Sudah setahun ini istrinya tidak memberi kabar, pak Harun pun hanya pasrah "ini adalah kegagalan saya sebagai kepala keluarga". Diam , saat itu saya hanya bisa diam tertegun tak tau harus berkata apa. "Tapi saya gak boleh menyerah, kasihan mereka...."sambil menunjuk kedua anaknya yang sedang bermain di hadapan kami.
@@@

Hanya rasa yang aneh yang mengikuti saya setelah kaki ini melangkah meninggalkan tempat asing itu. Saya sebagai orang yang fakir ilmu dapat mendengar begitu banyak pelajaran pada hari itu. Mampukah saya menyerap semua pelajaran yang telah saya dapat, dapatkah semua itu menyadarkan saya akan banyak hal....???. Ada sejuta kisah yang memberi banyak makna, ada pemandangan yang tak indah tapi sangat berharga. Ada air mata yang tak tumpah, tapi menyejukan hati. Ada apa lagi ya setelah ini......???Wallahu a'lam

Allahuma, Ya Allah engkau jadikan bumi ini terus berputar, engkau hadirkan malam setelah siang dan engkau persiapkan siang setelah malam berlalu, ajarkan kami dari pergiliran ini kesiapan dan keberanian menghadapi perjalan hidup.
Ya Allah yakinkan kami, bahwa Engkau Yang Maha Mengetahui segala yang kami hadapi akan selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-MU ini.

Nb: maaf foto2 yg mendukung cerita di atas tdk dapat saya upload (nda tau knp...?)


Senin, November 24, 2008

Mencari setitik Cahaya

Di ruangan 3 x 4 m ini aku merenung tentang hari yang telah dilalui, bersama gelapnya malam yang indah ini ku coba mencari setitik cahaya yang akan menuntun menuju ujung jalan keselamatan. Aku mengingat lagi nasehat-nasehat yang masih terekam jelas di otak ini, kuletakan kepala ini pada posisi yang paling rendah agar semua yang terekam dapat diputar ulang. Tak dapat ku hindari air penyesalan telah membasahi curug cinta. Hanya bisa terdiam dan berkata dalam hati terdalam :'aku sedang diuji' . Tak ada yang dapat menolong diri ini kecuali Engkau....!!!

"Ya Allah, kurniakanlah kepada ku Cinta terhadap Mu dan Cinta kepada mereka yang Mencintai Mu, dan apa saja yang membawa aku kepada CintaMu, dan jadikanlah CintaMu itu lebih berharga kepadaku dari air sejuk kepada orang yang dahaga."

Masih dapatkah aku istiqomah dijalan ini....? kuatkah aku melalui badai ini....? ketakutan terus menghantuiku, kecemasan membawaku dalam ketidakpastian, nasehat itu terngiang di telingaku "kita akan selalu diuji dengan apa yang telah kita katakan dan itu bukan ujian yang mudah"

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.(Ash Shaff :2-3)

Memahami ini semua bukan sebuah hal yang mudah, pengalaman dan pelajaran yang telah lalu merupakan guru yang terbaik dan sangat berjasa. Aku harus tetap melangkah dan membuat suatu keputusan, aku tak mau lagi bermain di tepi jurang kemunafikan, tak mau lagi menggenggam bara api yang panas itu, dan aku harus menghadapi semuanya dengan bijaksana.
Do'akan aku sahabat semoga semua ini cepat berlalu dan aku segera menemukan jawaban dari setiap soal yang ku punya. Dan semoga kita semua di beri kekuatan iman agar dapat selalu istiqomah dijalan kebenaran. Wallahu'alam bish shawab

Jumat, November 07, 2008

Mencoba Menerima......

Allah swt. telah berfirman:”Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran, dan perintah Kami hanyalah satu perkatan seperti kejapan mata.” (al-Qamar: 49 – 50)

Nabi saw. telah bersabda, ”Dan Engkau ketahui bahwa sesuatu yang menimpamu tidaklah menjadikanmu merasa salah, dan sesuatu yang tidak menimpamu tentu tidaklah akan menimpamu.”HR. Abu Daud (hadits no. 4691),

Di dalam sahih Muslim, Rasulullah saw. juga bersabda, َ"Bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu janganlah kamu mengatakan:“ Seandainya (tempo hari) aku melakukan ini, niscaya begini-begini, akan tetapi katakanlah:“ Allah telah mentakdirkan dan apa yang Allah kehendaki maka itu terjadi. Sesungguhnya kata “seandainya” itu akan membuka pintu perbuatan syetan.” Ibnu Maajah (no.82).

Menerima terkadang menjadi satu hal yang menyenangkan jika memang apa yang qt terima merupakan hal/sesuatu yang telah lama qt harapkan. Tapi apakah setiap hal yang qt inginkan telah qt dapatkan, lalu apakah semua hal yang qt terima merupakan keinginan qt semua....????
Inilah hidup qt tak pernah tau apa yang akan terjadi dengan diri qt sedetik lagi atau seperseribu detik dari sekarang..... Berjalan sesuai takdir dan berusaha sebaik mungkin, tidak lantas qt berdiam diri tak berbuat sesuatu dengan alasan kan semuanya sudah ditentukan. Ini adalah pikiran yang keliru, qt tetap diperintahkan bersungguh-sungguh dalam segala sesuatu yang bermanfaat bagi qt, tapi qt tidak boleh melupakn do'a sebagai suatu senjata yang sangan ampuh bagi setiap Mu'min.... Qt memang lemah tapi dengan do'a jangan pernah merasa lemah karena Allah Maha Kuasa dan Maha Berkehendak, mendekatlah padaNya. Tugas qt hanya berusaha dan bertawaqal kepadaNya.
Jangan pernah meragukan apa yang telah qt usahakan sekecil apapun itu jika diniat untuk beribadah kepadaNya pasti mendapat ganjaran. Seberat apapun rintangan yang qt hadapi jika terus bersamaNya pasti akan menjadi ringan. Allah sebaik-baik tempat mengadu dan meminta. Tidak ada yang sulit disisi Allah jika Dia menghendaki kemudahan. Yakinlah dan terus berusaha, jangan pernah berputus asa terhadap apa yang telah qt usahakan jika belum berhasil. Karena perkataan-perkataan putus asa membuka jalan masuknya syaitan lanatullah. Bersabarlah dan terus berjuang, semoga Allah menjadikan Ujian (hambatan,kesusahan, kegagalan) menjadi penghapus dosa-dosa kecil yang telah qt lakukan......Wallahu a'alam bish-shawab.

Tiga Karakteristik Manusia

Dalam kehidupan ini manusia dapat diklasifikasi dalam tiga kategori, iaitu:

1. Manusia yang Berperilaku dengan Akhlak Islamiah

Ia adalah orang yang rajin beribadah dan rajin ke masjid. Orang yang seperti ini harus dinomborsatukan, kerana mereka lebih dekat dengan dakwah kita, sehingga tidak membutuhkan tenaga yang banyak dan untuk mengajak mereka pun tidak banyak kesulitan, insya Allah.

2. Manusia yang Berperilaku dengan Akhlak Asasiyah

Ia adalah orang yang tidak taat beragama, tetapi tidak mahu terang-terangan dalam berbuat maksiat kerana ia masih menghormati harga dirinya. Orang-orang semacam ini menempati urutan kedua.

3. Manusia yang Berperilaku dengan Akhlak Jahiliah

Ia adalah orang yang bukan dari golongan pertama atau kedua. Dialah orang yang tidak peduli terhadap orang lain, sedang orang lain mencibirnya kerana perbuatan dan perangainya yang jelek. Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya sejelek-jelek tempat manusia di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan (dijauhi) masyarakatnya kerana takut dengan kejelekannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Golongan inilah yang disebut dalam sabda Rasulullah saw. sebagai: "Sejelek-jelek teman bergaul". (HR. Muslim)

Orang-orang semacam ini menempati urutan terakhir dalam prioritas dakwah fardiyah. Ada seseorang berdin di bawah pohon epal yang sedang berbuah lebat. Jika ia ingin memetik, ia terlebih dulu memetik buah yang dapat dijangkau dengan tangannya. Jika sudah habis, dan tinggal yang paling atas, maka jika dapat dijangkau buah itu akan dipetik dan kalau tidak, buah tersebut tidak akan terpetik. Bukan bererti seorang da'i harus tetap berpegang dan terikat dengan urutan ini, kerana kadangkala keadaan bisa mengubah pandangannya dalam hal ini —dengan izin Allah— seperti yang terjadi pada Umar bin Khathab ra., Khalid bin Wahd ra., Amr bin Ash ra., dan yang lain.

Ada seseorang yang pergi ke pantai untuk memancing ikan dengan membawa peralatan pancing. Menurut pengalamannya, dengan peralatan yang ia bawa itu hanya akan mendapatkan ikan-ikan kecil. Tetapi pada saat itu ia terkejut kerana mendapatkan ikan yang besar. Ada beberapa pemuda dari daerah Bulaq, Kairo, yang berkeliling mencari tanah yang kosong untuk digunakan sebagai tempat peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., yang akan dihadiri oleh Imam Hasan Al-Banna sebagai pembicara. Di sebelah warung makan, mereka menjumpai tanah lapang, lalu mereka bertanya kepada pemilik warung makan tersebut. Pemilik warung itu adalah Ustadz Ibrahim Karrum, seorang tokoh dari daerah Bulaq yang disegani oleh pemerintah yang berkuasa pada waktu itu dan disegani pula oleh kawan sendiri. Setelah mengetahui maksud dan tujuan pemuda-pemuda itu, beliau menyambutnya dengan sambutan yang luar biasa dan menyatakan kesediaannya. Setelah mereka kembali, mereka menceritakan kejadian yang baru saja mereka alami kepada Ustadz Hasan Al-Banna.

Ketika Ustadz Al-Banna berangkat untuk berceramah dalam acara tersebut, terlebih dahulu beliau mengunjungi Ustadz Ibrahim Karrum dan mengucapkan terima kasih atas kebaikannya. Begitu pula tatkala beliau mulai berceramah, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Ustadz Ibrahim Karrum untuk kedua kalinya.

Sejak saat itu, Ustadz Ibrahim aktif dalam Jamaah Ikhwanul Muslimin. Pada bulan Maret 1954 M. beliau memimpin demonstrasi akbar terhadap Jamal Abdun Naser. Mereka menuntut agar Presiden Muhammad Najib dipulangkan ke Mesir dan anggota Ikhwanul Muslimin yang dipenjara dibebaskan. Beliau juga pernah dipenjara bersama anggota Ikhwanul Muslimin yang lain. Semoga Allah swt. Memberikan rahmat kepadanya.

Tatkala seorang da'i melihat beberapa pemuda — yang wajah mereka menyiratkan ketaatan— maka ia berkeinginan untuk berkenalan dan mengajak mereka ke jalan dakwah. Yang perlu diperhatikan adalah dalam mendekati mereka dibutuhkan langkah yang cermat, kerana biasanya pemuda-pemuda ini mempunyai seseorang yang, mereka segani dan hormati. Jika seorang da'i dapat mendekati orang tersebut, sangat dimungkinkan pemuda-pemuda itu mengikuti dakwah kita. Namun jika pendekatan ini tidak berhasil, sebagai da'i, ia tidak boleh putus asa. Ia harus mendekati salah satu pemuda —di antara pemuda-pemuda tadi— yang pemahamannya terhadap dakwah islamiah lebih mantap, bergaul dengannya — dan juga yang lain— dengan sabar dan penuh kasih sayang tanpa menyinggung permasalahan yang dapat menyebabkan hubungan itu terganggu. Jika —dengan izin Allah— pemuda itu mahu menerima ajakan kita, ini akan sangat membantu usaha kita untuk mengajak teman-temannya yang lain.

Pendekatan itu harus dilakukan dengan lemah lembut. Kita harus menyadari bahawa kita tidak diwajibkan untuk memastikan mereka semua menerima ajakan kita, namun jika mereka semua menerima ajakan kita, itu adalah rahmat dari Allah. Hanya Dialah yang berhak memberikan hidayah. Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberikan petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada yang dikehendaki-Nya dan Allah lebih mengetahui orang-orangyang mahu menerima petunjuk." (Al-Qashash: 56)

Ayat ini menjelaskan bahawa walaupun kita memberikan segenap hati kita untuk mengajak mad'u kita, tetapi hanya Allah-lah yang berhak membolak-balikkan hati orang tersebut. Seorang tukang roti berdin di depan forn (tempat pembakaran roti), sambil memasukkan potongan-potongan roti ke dalamnya. Setelah menunggu beberapa saat, ia mengeluarkan roti yang sudah matang dan membolak-balikkan yang belum matang. Setiap kali ada roti yang sudah matang, ia akan mengeluarkannya. Bisa dipastikan bahawa ada beberapa potong roti yang jatuh ke dalam api dan terbakar. Inilah keadaan da'i tatkala berdakwah di masyarakat; ia memberi sekaligus menerima (give and take). Suatu saat ia mendekat dan pada saat yang lain ia menjauh.

Ia akan memberi kepada setiap orang sebagaimana seorang doktor yang memberikan ubat dengan berlaku sabar. Setelah selang beberapa waktu, di antara mereka sudah ada yang tersinari oleh cahaya iman (inilah roti yang telah matang), ada yang menyambut ajakan tersebut kerana perasaan takut, ada yang menyambut ajakan tersebut kerana malu, ada yang bersikap angin-anginan, ada pula yang menjauh, dan bahkan ada yang berlaku tidak baik terhadap sang da'i. Untuk menghadapi mereka itu, kita tidak boleh putus asa, tetapi harus terus berusaha sehingga yang ditunggu-tunggu dapat dipetik, disertai doa agar Allah membukakan hati mereka.

Adapun da'i yang menghabiskan waktunya hanya untuk satu orang dengan harapan agar orang tersebut mahu menerima ajakannya adalah tidak benar. Orang tersebut akan merasa bahawa dirinya diajak dengan cara yang sangat berlebihan, sehingga ia akan berprasangka buruk, dan bisa jadi ia akan lari dari ajakan itu, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah swt. Kaedah yang harus kita perhatikan adalah: "Ambillah yang mudah dan tinggalkan yang sulit, jika ada yang mudah".

Dikutip dari : At Thariq Ilal Quluub (Perjalanan ke Hati) Karya Syaikh Abbas Hasan As-Siisi

Jumat, September 19, 2008

"Iman, Ukhuwwah & Istiqomah"


Dari Abu ‘Amr atau Abu ‘Amrah Sufyan bin Abdillah rodhiallohu ‘anhu, aku berkata: wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ajarkanlah kepadaku dalam (agama) islam ini ucapan (yang mencakup semua perkara islam sehingga) aku tidak (perlu lagi) bertanya tentang hal itu kepada orang lain selain engkau, (maka) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ucapkanlah: “aku beriman kepada Allah”, kemudian beristiqomahlah dalam ucapan itu” (HR. Muslim, no. hadits: 38)

Sahabat yang sama-sama mencari keridhaan Allah.....
Ada dua hal yang saling berhubungan dalam hadits tersebut 'ucapan dan istiqomah'. Disini letak yang sampai saat ini saya masih mengalami kesulitan untuk mengamalkannya, betapa mudah kita berkata dan betapa berat untuk menjalankan apa yang kita ucapkan. Betapa banyak manusia yang mengaku beriman tapi begitu susah dicari manusia yang istiqomah didalam keimanannya. Disaat seorang mukmin melakukan kemungkaran/kemaksiatan disaat itu dirinya tidak beriman. Walaupun hanya satu kedipan mata kemaksiatan itu mampir dalam diri kita maka saat itu pula 'iman' meninggalkan kita. Lalu apakah kita pernah berfikir untuk memperbaharui keimanan kita. Bagaimana caranya.....??? Atau apakah keimanan itu akan balik dengan sendirinya setalah kemaksiatan telah selesai dikerjakan.....???

Sahabat yang senantiasa mengharap ridha Allah.....
Jika 'Iman' kita pasangakan dengan 'Ukhuwwah' dia akan membantu kita untuk 'Istiqomah' mengapa demikian.....??? Coba kita renungkan sejenak beberapa Hadits dan ayat Al-Qur'an di bawah ini :
"Sesungguhnya srigala hanya akan memangsa kambing yang memisahkan diri dari kelompoknya" (diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Nasa'i)

"Seorang mu'min bagi mu'min lainnya bagai bangunan yang saling menguatkan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya" (HR. Bukhari & Muslim)

Anas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, "Tidak beriman salah seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri." (HR.Bukhari)

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar,....(At-Taubah :71)

'Ukhuwwah' akan mampu menyelamatkan kita dari cengkraman Iblis laknattullah. Dengan adanya shabat/saudara tentunya yang dapat mengingatkan kita untuk senantiasa mengerjakan yang ma'ruf dan mnghindari yang mungkar, dengan demikian Insya Allah keimanan kita akan tetap berada pada tempatanya. Bukankah demikian, Wallahu a’alam bish-shawab.

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (Az-Zukhruf :67)

Jumat, September 12, 2008

Kebatilan harus hancur

“Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu
menghancurkannya maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.”
Surah al-Anbiya: 18



Harus ditegakan apapun yang terjadi, dentum bahaya sudah berbunyi. Saat semua musuh telah bersiap kita tak boleh lengah. Jihad adalah jalan yang harus di cita-citakan.

Sepanjang abad ke-20 sehingga ke saat ini, agama batil ini untuk pertama kalinya dalam sejarah tersebar begitu meluas. Di dalam al-Qur'an, pengikut sistem agama yang batil membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan kebaikan dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan. Surah al-Kahfi: 56. ini adalah mengapa khususnya di era kita, adalah merupakan suatu kepentingan yang besar untuk menyertai jihad suci yang disebutkan di dalam al-Qur'an dan membatalkan setiap asas sistem agama ini dari sudut asas ideologi.(Harun Yahya)

"Agama Batil" atau kebatilan yang di maksud disini adalah ideologi seperti materialisme, komunisme, Darwinisme (asas saintifik bagi ideologi tersebut) dan beberapa sistem lain yang berasaskan kepada kemungkaran. Ini adalah karena seiring dengan peredaran masa, semua anutan ini bertukar menjadi sebuah konsep yang lengkap dengan sistem dan praktik kepercayaan yang tersendiri. Bahkan, masing-masing memiliki pemimpin idola dan sumber rujukan yang kekal menjadi pegangan para pengikutnya. Agama batil yang tersebar begitu meluas dan menarik jumlah penganut yang besar dengan berusaha menjadikan 'agama batil' ini mengatasi dan menentang keadilan dan agama yang hak (yaitu Islam) secara berterusan dengan menerbitkan pelbagai buku dan artikel untuk menyebarkan propaganda dan sentimen sebagai suatu sokongan terhadap agama buatan mereka.

Mereka membuat umat pada umumnnya terombang-ambing dalam keraguan yang besar. Mengatas namakan HAM (hak asasi manusia) dan melupakan Hak-hak Allah. Tak ada yang pantas dilakukan oleh seorang yang mengaku dirinya beriman kecuali kesiapan dan kebulatan tekad untuk terus memerangi ini semua. Janganlah pernah takut ataupun gentar karena Allah telah memberikan kabar gembiranya kepada orang-orang beriman:

Sesungguhnya orang yang berkata: Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka berlaku adil nescaya turunlah kepada mereka malaikat, (katanya): Janganlah kamu takut dan janganlah kamu berduka-cita dan bergembiralah kamu dengan syurga yang telah dijanjikan kepadamu. Kamilah wali kamu pada hidup di dunia ini dan di akhirat dan untuk di sana apa-apa yang diingini oleh nafsumu dan untuk di sana apa-apa yang kamu minta. Sebagai rezekimu dari yang maha Pengampun lagi Pengasih. Siapakah yang terlebih baik perkataannya dari orang yang menyeru kepada Allah dan beramal soleh dan berkata: 'Sesungguhnya aku termasuk orang muslim'. (Surah Fussilat: 30-33)

Semoga setiap hembusan nafas kita bernilai ibadah disisi Allah. Berjihadlah dengan apa saja yang kita miliki (semampu kita), jangan pernah takut untuk senantiasa menyampaikan kebenaran walau hanya satu ayat.Wallahu a’alam bish-shawab

Cari Sendiri

Lihat Hasil Pencarian Anda